Detik waktu terus berjalan berhias gelap dan terang
suka dan duka, tangis dan tawa tergores bagai lukisan
seribu mimpi, berjuta sepi hadir bagai teman sejati
diantara lelahnya jiwa, dalam resah dan airmata
kupersembahkan hanya kepadaMu yang terindah dalam hidupku
Meskiku rapuh dalam langkah, kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu
Naafkanlah bila hati tak sempurna mencintaiMu
DALAM DADA, KUHARAP HANYA DIRI-MU YANG BERTAHTA,,,,,,,,
Memang, diri ini serba rapuh. tak pernah bisa sempurna mencintainya. dunia ini selalu menjadi bagian dari hati.
cinta, harta, kuasa, kehormatan, pujian, ambisi, jabatan.... hati terisi oleh dunia, dan menyisakan hanya setitik rasa yang bahkan hanya dipertemukan kembali dalam Sholat.
Sholat, seringkali sangat jauh dari khusyuk padaNya. wajar kiranya, jika Ia cemburu, dan bahkan enggan berpaling pada diri ini. karena yang ada adalah tak setia kepada-Nya.
Tetapi, adalah Allah, Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Ia mengetahui bahwa dalam diri ini banyak terdapat kelemahan, sehingga kasih sayangNya tak pernah putus.
24 jam dalam 1 hati Ia memberikan kasih sayangnya tanpa henti. tak terbayangkan jika 1 detik saja Ia lupa pada diri ini, lupa bahwa pernah ada seorang hambaNya yang rapuh di bumiNya. yang nyawanya ada pada genggamanNya, yang setiap desah nafasnya bergantung pada rahmat Khaliqnya, yang setiap detak jantungnya merupakan karunia Rabbnya.
Lalu, lenyaplah semua udara.. jantung tak lagi berdetak...
Sungguh, tiada daya dan upaya yang dapat terlaksana tanpa kehendakNya.
Ya Allah, Engkaulah cinta terbesar dalam hatiku. Lindungilah hatiku agar tetap milikMu. Kekalkanlah cinta kasihnya, abadikanlah sinar rindunya, nyalakanlah hasratnya agar tetap membara pada-Mu, Ya Allah...
Tiada yang lain selain Engkau...
Segala rasa yang Kau anugerahkan pada hatiku dan hati orang lain, semoga tetap membuat kami berada dalam ketaqwaan hanya kepadaMu
Sungguh, kami hanyalah makhluk yang lemah dan kekuatan hanya dariMu...
No comments:
Post a Comment